Kamis, Agustus 27, 2009

Sulsel Galakkan Pupuk Organik
Thursday, 13 December 2007

Makassar, Dinas Pertanian Sulawesi Selatan melalui para petani mendorong pemanfaatan limbah jerami dan bahan-bahan dan limbah organik lainnya untuk dimanfaatkan sebagai pupuk. Ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk bersubsidi dan juga memperbaiki struktur tanah.

"Penggunaan pupuk bersubsidi atau pupuk kimia selama ini oleh petani, kian besar setiap musim tanam. Padahal, pupuk yang disubsidi kadang bermasalah dalam hal penyediaan. Karena itu, kami mendorong petani memanfaatkan jerami dan bahan-bahan atau sampah organik untuk dijadikan pupuk agar tidak terlalu tergantung pada pupuk bersubsidi. Pupuk organik juga bisa memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk serta pestisida terus-menerus," kata Luthfi Halide, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel di Makassar, Rabu (12/12).
Menurut Luthfi, untuk memudahkan program ini, petani atau kelompok tani diberi bantuan alat pengolah pupuk organik. Alat yang bernilai Rp 1 juta per unit ini untuk merajang jerami dan sisa-sisa batang padi serta sampah atau bahan organik untuk dibuat menjadi pupuk kompos.

SP-36 langka

Ketergantungan pada pupuk kimia yang tinggi menyebabkan kelangkaan pupuk sering terjadi. Seperti di Jawa Barat saat ini, pupuk SP-36 sulit didapatkan akibat kebutuhan melonjak. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jawa Barat Rudi Gunawan, Rabu (12/12), menyatakan, akibat hujan terlambat, banyak petani hortikultura baru mulai tanam. Akibatnya, kebutuhan pupuk SP-36 bertambah. (REN/CHE-kcm

Sumber :http://www.makassarkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1032&Itemid=97&date=2009-09-01

Tidak ada komentar: