Minggu, Mei 24, 2009

Adu Visi Kebudayaan Capres-Cawapres
JK-Win Hidupkan Gerakan Disiplin Nasional
Wiranto: "Akan kami hidupkan kembali untuk membuat masyarakat lebih tentram dan tenang."
Minggu, 24 Mei 2009, 18:27 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
Jusuf Kalla dan Wiranto (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla dan Wiranto berniat menghidupkan kembali gerakan disiplin nasional (GDN). Hal tersebut, menanggapi masih maraknya budaya kekerasan dalam identitas bangsa.

"Dalam perjalanan ke sini, tadi kami berdiskusi untuk merancang rencana menghidupkan kembali GDN (gerakan disiplin nasional)," kata Wiranto saat diskusi "Kebudayaan dan Presiden" di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu, 24 Mei 2009. Wiranto menuturkan, gerakan disiplin nasional bisa dalam bentuk tertib, bersih, maupun waktu. "Akan kami hidupkan kembali untuk membuat masyarakat lebih tentram dan tenang, serta menghargai satu sama lain," ujarnya.
Menurut dia, budaya kekerasan bukan budaya baru. "Ketika ada euforia kebebasan maka secara otomatis akan ada pelanggaran kebebasan tersebut," kata Wiranto. Sementara itu, sastrawan dan penulis Taufik Ismail merasa prihatin, karena sejak reformasi, ketika kebebasan menyatakan pendapat sudah bisa dinikmati khalayak, malah berkembang menjadi budaya kekerasan. "Sejak itu berkembang yang sepertinya di luar rem, terjadi kekerasan yang luar biasa dengan penggunaan bentuk-bentuk yang tidak masuk akal, seperti demo yang membakar ban bahkan sampai membunuh," ujar Taufik.

• VIVAnews