Peresmian Pusat Informasi Agribisnis (PIA) Deptan untuk Mendorong Investasi di Bidang Pertanian
Sumber Berita : Sekretariat Jenderal
Jakarta, 7 Oktober 2009. Pada hari Senin, tanggal 5 Oktober 2009, Menteri Pertanian Dr. Ir. Anton Apriyantono, M.S. meresmikan penggunaan Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA). Acara peresmian tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 250 orang hadirin yang mewakili berbagai kalangan, mulai dari para pemangku kepentingan pembangunan pertanian, wakil-wakil asosiasi, wakil-wakil kementerian dan lembaga negara, wakil dari LSM serta undangan lainnya. Mengawali kata sambutannya, Menteri Pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, dan berterimakasih kepada para pemangku kepentingan pertanian, terutama para petani yang telah berkontribusi terhadap kemajuan pertanian beberapa dekade terakhir ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para Menteri Pertanian sebelumnya yang telah ikut meletakkan landasan kemajuan dan sangat membantu dalam capaian gemilang pertanian beberapa tahun terakhir ini. Pada bagian lain sambutannya Menteri Pertanian mengatakan bahwa PIA dapat dipandang sebagai salah satu pintu masuk (entry point) bagi masyarakat pertanian maupun masyarakat secara umum untuk mengenal secara lebih mendalam “dunia pertanian”, sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi dunia pendidikan, serta sarana hiburan dan rekreasi bagi masyarakat. Gedung PIA ini dharapkan dapat menjadi land-mark bagi kawasan perkantoran Departemen Pertanian, dan menjadi pemicu kreatifitas dan daya inovasi insan pertanian. Gedung PIA adalah gedung milik publik, dimana seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Terdapat 3 (tiga) kegiatan utama yang diharapkan dapat berlangsung secara berkesinambungan di dalam gedung PIA ini, yaitu Pertama adalah kegiatan yang sifatnya pembelajaran (edukasi), yaitu dengan tersedianya informasi yang mendukung dalam mengedukasi masyarakat umum, khususnya di bidang pertanian, antara lain berupa perpustakaan digital, koleksi peraga di bidang pertanian, koleksi tanaman di area luar gedung (out door) dan beberapa program multimedia yang menggambarkan pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian. Kedua adalah kegiatan layanan informasi tentang pelaksanaan program pembangunan pertanian secara menyeluruh yang dikemas dalam bentuk semi detail sebagai penunjang pengembangan bisnis di bidang pertanian. Layanan informasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran iklim investasi yang kondusif dan prospektif, sehingga dapat memberi semangat kepada pemangku kepentingan untuk meningkatkan investasinya di sektor pertanian. Ketiga adalah kegiatan yang sifatnya rekreatif, yaitu dengan tersedianya berbagai peragaan baik dalam bentuk pameran atau display, maupun kegiatan yang telah dikemas dalam bentuk program multimedia. Di samping itu, disiapkan pula area rekreasi di luar gedung PIA yang berisi koleksi berbagai tanaman, serta lahan yang disediakan untuk bertanam tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Menteri Pertanian selanjutnya menekankan perlunya kesinambungan kerjasama dengan pemerintah daerah dalam pemanfaatan gedung PIA ini untuk memajukan program pembangunan pertanian.
(Sumber: Biro Hukmas Deptan).
Kamis, Oktober 15, 2009
Peranan IMO dalam Pemasaran Produk Pertanian Organik Sumber Berita
Peranan IMO dalam Pemasaran Produk Pertanian Organik
Sumber Berita : Ditjen PPHP
Jakarta/ Baru baru ini berita ekspor perdana beras organik yang dilengkapi dengan sertifikasi memberikan kebanggaan tersendiri, bahwa Indonesia mampu memenuhi standar keamanan pangan Negara maju yang terkenal sangat ketat dan tidak kompromi terhadap impor pangan yang tidak memenuhi standar. Keberhasilan PT. Bloom Agro yang bermitra dengan Gapoktan Simpatik Tasikmalaya mengekspor 18 ton beras organik ke Amerika adalah bentuk pengakuan terhadap produk pertanian organik nasional. Keberhasilan ini karena produk dilengkapi dengan sertifikat produk organik dan Fair Trade yang dikeluarkan oleh Institute Marketocology organization ( IMO) yang berbasis di kota Weinfelden, Swiss. Kemampuan menghasilkan Produk Organik tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan Pemda dan Dinas Pertanian Tasikmalaya mendorong Gapoktan Simpatik, mampu menerapkan System of Rice Intensification (SRI) yang sudah dilakukan para petani sejak 2002 dan diakui sebagi metode produksi yang ramah lingkungan karena mengoptimalkan fungsi tanah sebagai media pertumbuhan dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai nutrisi tanaman. Metode ini pertama kali diterapkan 21 tahun lalu di Madagascar oleh Henri de LaulaniĆ©, S.J. Selain Sertifikat Organik, PT.Bloom Agro sebagai mitra Gapoktan Simpatik juga mendapat sertifikat Fair Trade karena menerapkan perdagangan yang adil dengan petani. Eksisitensi IMO sebagai Lembaga Sertifikasi dan akreditasi taraf internasional telah diakui kredibilatasnya oleh Jepang, Amerika dan Beberapa Negara Uni Eropa, dengan memegang sertifikat IMO jalan menuju pasar Global terbuka. Saat ini IMO telah memberikan sertifikat lebih kepada 300 kelompok petani di seluruh dunia yang menghasilkan sejumlah besar tanaman organik (kopi, rempah-rempah, kakao, buah-buahan segar atau kering, beras, kapas, kacang-kacangan, dll) mengharapkan tidak hanya pangan yang aman untuk dikonsumsi, tetapi juga suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan seperti yang disampaikan CEO IMO, Rainer Bachi. “We are optimistic that this partnership will help us to continue to ensure more sustainable and fair conditions for farmers and workers worldwide”. Sekilas Tentang IMO Institute for Marketecology (IMO) adalah lembaga sertifikasi internasional yang didirikan di Swiss pada tahun 1990 dan merupakan salah satu yang tertua dan paling dihormati sebagai organisasi inspeksi, sertifikasi jaminan mutu dan layanan untuk produk ramah lingkungan. IMO diakreditasi oleh Swiss Accreditation Service (SAS) dengan EN 45004 , EN 45004 dan EN 45011 (ISO 65) merupakan standar internasional untuk sertifikasi dan diakreditasi untuk menawarkan berbagai jenis standar organik, termasuk peraturan standar pemerintah Amerika seperti USDA National Organic Program (NOP) dan Peraturan Uni Eropa EEC No. 2092/91 dan standar pribadi seperti Krav dan Bio Suisse Beberapa produk sertifikasi ditujukan untuk program-program pembangunan berkelanjutan seperti Global organic, Standar Textile, Organic Exchange, IVN Social and Fair Trade, FSC, MSC, GlobalGAP, AquaGAP, Regulasi Eropa EC 837/2007. (hn.humas PPHP)
Sumber : http://agribisnis.deptan.go.id/
Gambar : ilustrasi
Sumber Berita : Ditjen PPHP
Jakarta/ Baru baru ini berita ekspor perdana beras organik yang dilengkapi dengan sertifikasi memberikan kebanggaan tersendiri, bahwa Indonesia mampu memenuhi standar keamanan pangan Negara maju yang terkenal sangat ketat dan tidak kompromi terhadap impor pangan yang tidak memenuhi standar. Keberhasilan PT. Bloom Agro yang bermitra dengan Gapoktan Simpatik Tasikmalaya mengekspor 18 ton beras organik ke Amerika adalah bentuk pengakuan terhadap produk pertanian organik nasional. Keberhasilan ini karena produk dilengkapi dengan sertifikat produk organik dan Fair Trade yang dikeluarkan oleh Institute Marketocology organization ( IMO) yang berbasis di kota Weinfelden, Swiss. Kemampuan menghasilkan Produk Organik tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan Pemda dan Dinas Pertanian Tasikmalaya mendorong Gapoktan Simpatik, mampu menerapkan System of Rice Intensification (SRI) yang sudah dilakukan para petani sejak 2002 dan diakui sebagi metode produksi yang ramah lingkungan karena mengoptimalkan fungsi tanah sebagai media pertumbuhan dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai nutrisi tanaman. Metode ini pertama kali diterapkan 21 tahun lalu di Madagascar oleh Henri de LaulaniĆ©, S.J. Selain Sertifikat Organik, PT.Bloom Agro sebagai mitra Gapoktan Simpatik juga mendapat sertifikat Fair Trade karena menerapkan perdagangan yang adil dengan petani. Eksisitensi IMO sebagai Lembaga Sertifikasi dan akreditasi taraf internasional telah diakui kredibilatasnya oleh Jepang, Amerika dan Beberapa Negara Uni Eropa, dengan memegang sertifikat IMO jalan menuju pasar Global terbuka. Saat ini IMO telah memberikan sertifikat lebih kepada 300 kelompok petani di seluruh dunia yang menghasilkan sejumlah besar tanaman organik (kopi, rempah-rempah, kakao, buah-buahan segar atau kering, beras, kapas, kacang-kacangan, dll) mengharapkan tidak hanya pangan yang aman untuk dikonsumsi, tetapi juga suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan seperti yang disampaikan CEO IMO, Rainer Bachi. “We are optimistic that this partnership will help us to continue to ensure more sustainable and fair conditions for farmers and workers worldwide”. Sekilas Tentang IMO Institute for Marketecology (IMO) adalah lembaga sertifikasi internasional yang didirikan di Swiss pada tahun 1990 dan merupakan salah satu yang tertua dan paling dihormati sebagai organisasi inspeksi, sertifikasi jaminan mutu dan layanan untuk produk ramah lingkungan. IMO diakreditasi oleh Swiss Accreditation Service (SAS) dengan EN 45004 , EN 45004 dan EN 45011 (ISO 65) merupakan standar internasional untuk sertifikasi dan diakreditasi untuk menawarkan berbagai jenis standar organik, termasuk peraturan standar pemerintah Amerika seperti USDA National Organic Program (NOP) dan Peraturan Uni Eropa EEC No. 2092/91 dan standar pribadi seperti Krav dan Bio Suisse Beberapa produk sertifikasi ditujukan untuk program-program pembangunan berkelanjutan seperti Global organic, Standar Textile, Organic Exchange, IVN Social and Fair Trade, FSC, MSC, GlobalGAP, AquaGAP, Regulasi Eropa EC 837/2007. (hn.humas PPHP)
Sumber : http://agribisnis.deptan.go.id/
Gambar : ilustrasi
Langganan:
Postingan (Atom)