Liputan6.com, Tegal: Sejumlah waduk di daerah mulai mengering. Seiring menurunnya intensitas curah hujan, kemampuan waduk untuk mengairi lahan pertanian semakin berkurang. Akibatnya, banyak lahan pertanian yang terancam gagal panen. Demikian dikatakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto saat mengunjungi Waduk Cacaban, Tegal, Jawa Tengah, Selasa (11/8).
Menurut Djoko Kirmanto, menyusutnya volume air waduk saat musim kemarau merupakan fenomena alam yang tak bisa ditolak. Djoko menambahkan, dalam kondisi curah hujan tinggi saja kemampuan waduk di seluruh Indonesia untuk mengairi sawah hanya sekitar 15 persen dari luas lahan pertanian yang ada.
Lebih jauh lagi, Djoko Kirmanto menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk menekan angka gagal panen adalah dengan pengairan sawah yang dilakukan bergilir sesuai dengan volume air waduk. Djoko Kirmanto mengatakan, jika musim kemarau berlangsung panjang maka pemerintah akan membuat hujan buatan untuk mencegah terjadinya bencana kekeringan di Tanah Air.(JUM/LUC)
sumber :http://berita.liputan6.com/ekbis/200908/240113/Sejumlah.Waduk.Kritis.Panen.Terancam.Gagal
Rabu, Agustus 26, 2009
KEGIATAN PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK PENGEMBANGAN PANGAN
PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2008
Pekarangan sebagian besar hanya dimanfaatkan sebagai penunjang konsumsi sehari-hari serta belum banyak mempehatikan aspek keragaman dan budidaya. Untuk mensinergikan antara potensi pekarangan yang ada dengan permasalahan pangan dan gizi yang terjadi, maka fungsi pemanfaatan pekarangan perlu ditingkatkan lagi, baik dipedesaan maupun di perkotaan.
Lahan pekarangan yang dikelola secara optimal dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga dan keluarga yang mengelolanya. Lahan pekarangan yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat antara lain adanya peningkatan gizi keluarga, tambahan pendapatan keluarga, lingkungan rumah asri, teratur, indah dan nyaman.
Tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah :
1. Memenuhi kebutuhan gizi mikro keluarga secara berkesinambungan melalui pemanfaatan pekarangan.
2. Meningkatkan ketrampilan keluarga tani-nelayan dalam budidaya tanaman, ternak dan ikan serta pengolahannya dengan teknologi tepat guna.
3. Meningkatkan pendapatan keluarga tani-nelayan mellui kerjasama pemanfaatan pekarangan dengan berkelompok dalam skal usaha ekonomi.
Sasaran dari pemanfaatan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT), sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dan tercapainya penurunan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan. Kegiatan Pemanfaatan pekarangan dilaksankan sejak tahun 2002 sampai tahun 2008
sumber : http://www.sekretdkplampung.org/index.php?option=com_content&task=view&id=73&Itemid=161
PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2008
Pekarangan sebagian besar hanya dimanfaatkan sebagai penunjang konsumsi sehari-hari serta belum banyak mempehatikan aspek keragaman dan budidaya. Untuk mensinergikan antara potensi pekarangan yang ada dengan permasalahan pangan dan gizi yang terjadi, maka fungsi pemanfaatan pekarangan perlu ditingkatkan lagi, baik dipedesaan maupun di perkotaan.
Lahan pekarangan yang dikelola secara optimal dapat memberikan manfaat bagi rumah tangga dan keluarga yang mengelolanya. Lahan pekarangan yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat antara lain adanya peningkatan gizi keluarga, tambahan pendapatan keluarga, lingkungan rumah asri, teratur, indah dan nyaman.
Tujuan dari pemanfaatan pekarangan adalah :
1. Memenuhi kebutuhan gizi mikro keluarga secara berkesinambungan melalui pemanfaatan pekarangan.
2. Meningkatkan ketrampilan keluarga tani-nelayan dalam budidaya tanaman, ternak dan ikan serta pengolahannya dengan teknologi tepat guna.
3. Meningkatkan pendapatan keluarga tani-nelayan mellui kerjasama pemanfaatan pekarangan dengan berkelompok dalam skal usaha ekonomi.
Sasaran dari pemanfaatan pekarangan Kelompok Wanita Tani (KWT), sebagai upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dan tercapainya penurunan kemiskinan melalui pemberdayaan perempuan. Kegiatan Pemanfaatan pekarangan dilaksankan sejak tahun 2002 sampai tahun 2008
sumber : http://www.sekretdkplampung.org/index.php?option=com_content&task=view&id=73&Itemid=161
Langganan:
Postingan (Atom)