Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia
1. Memasuki abab 21, gaya hidup dengan slogan "Back to nature" telah menjadi tered baru masyarakat dunia.
2. Gaya hidup ini mensyaratkan produk pertnian harus mempunyai atribut amam konsumsi, kandungan nutrisi tinggi, serta ramah lingkungan.
3. Indonesia memiliki modal dasar untuk mengembangkan pertanian organik
1. Miliki 20 % lahan pertanian tropik
2. Plama Nutfah yang beragam
3. Memiliki temperatur dan kelmababan yang tinggi untuk mempercepat proses pelapukan, bagus untuk composting
4. Pemilikan lahan semspit per kepala, cocok untuk mengembangkan pertanian organik yang bernilai tinggi
5. Tersediannya limbah organik yang melimpah, sampah organik, dan kotoran ternak
4. Pemeriksaan telah menyusun Agenda Nasional Pengembangan Pertnaian Organik dengan Jargon " Go Organik 2010 " yang telah dimulai sejak 2001.
5. Misi " Go Organik 2010" : meningkatkan kualitas hisup masyarakat dan kelestariaan lingkungan alam Indonesia dengan mendorong berkembangnya Pertanian Organik yang berdaya saing dan berkelanjutan.
6. Program pengembangan pertanian organik yang telah akan dilakukan
a. sosilasi pertanian organik ke selutuh Snakeholder
b. sosialisasi dan regulasi pertanian Organik
c. Regulasi dan bentuk Teknis
d. Sertifikasi dan promosi pasar
e. Pengemabangan industrilisasi dan perdagangan
Latar Belakang dilakuakannya pertanian Organik
1. Mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas komunitas interpenden dari kehidupan di tanah, tumbuhan, hewan dan manusia
2. Dorongan untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia, perbaikan lingkungan kehidupan tanah, tumbuhan , hewan dan air
Keuntungan Pertanian Organik
1. Meningkatkan produkstifitas dan kesuburn lahn pertanian
2. Mengurangi biaya produksi
3. Meningkatkan mutu lingkungan
4. Produksi lebih seahat, aman, lebih bergizi
5. Prakatis dan ekonomis
6. Meningkatkan kulitas kesehatan, kesejahteraan dan keharmonisan kehidupan
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam budidaya sayuran organik
A. Lahan
1. Lahan yang digunakan untuk budidaya sayuran organik harus bebas dari bahan kimia
2. Jika lahn digunkan berasal dari lahan pertanian non organik, maka dilakukan koversi :
a. Untuk lahn tanaman smusim selama 2 tahun
b. untuk lahan tanaman tahunan selama 3 tahun
B. Benih
Benih yang digunakan
1. Tidak boleh bersal dari produk GMO
2. harus bersal dari produk organik
jika tersedia, dapat digunakan
1. Benih yang tidak dikenai perlakuan bahan-bahan yang dilarang pada pertanian organik
2. Benih yang diberi perlakukan bahan-bahan lain selain yang direkomnedasikan penggunaan pada pertanian organik
Bahan penyubur tanah
a. Yang boleh digunakan
- Kotoran dan urine ternak dari pertenakan organik
b. Yang penggunaannya dibatasi :
- Kompos dan kotoran ternak
- Guano
- sisa tanaman, mulsa, pupuk hijau
- Kompos dan limbah rumah tangga
- Kompos dan sisa industri jamus, humusm dab vermukulitur
- Kompos dan sisa sisa tanaman
- serbuk gergaji dan limbah organik
- abu kayu
c. Yang dilarang
- Superfosfat
- Urea
- ammonium sulfat
- kCL
- kalium nitrat
- Pupuk kimia sitesis yang lain
d. Bahan Pengendalian HPT
- Pestisda Nabati
- Mineral seperti belerang
- Obat-obat herbal dan bionamik
- Obat-obat jenis pheromone
- Obat-obat jenis metaldehyde untuk menangkal hewan besar
- Semua pestisida kimia sintesis
- semu bahan yang berasal dari produk GMO
Air
Sumber air/saluran irirgasi tidak berasal/bercampur dengan sawah konvesional
Pengemasan
Bahan kemnasan sebaiknya dipilih dari bahan yang dapat diuraikan dan mikroorganisme, bahan hasil daur ulang, atau bahan yang dapat didaur ulang
Penyimpanan
Penyimpanan produkorganik harus dipisahkan dari produk konvensional serta harus secara jelas dilabel
sumber :Direktorat jenderl Holtukultura Departemen Pertanian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar