Pekerbangan pertanian organik di Indoensia
Pertanian di Indoensia berkembang dengan pengetahuan mayarakatnya, pertama kalinya, bercocok tanam dilakuakn secara berpindah-pindah. Ladang atau hutan dibuka, lalu ditanami tanaman pikok seperti padi gogo, tales, ubi kayu, ubi jalat, dan sayuran-sayuean.Sistem ladang berpendah tersebut kemudian berkembang menajdi sistem pertanian trasional. Disebut trasional karena pengolaaannya masih sederhana. Sebenarnya pertanian trasional ,erupakam pertanian akrab lingkungan karena tidak memkai pestisida. Akan tetapi. Produksinnya tidak mampu mengimbangi kebutuhan pangan penduduk dan jumlahnya terus bertambah.Permasalahaan yang dihadapi dalam pertanian konvesional dapat diselesaikan dengan mengembangkan pertanian organik. Kosep pertanian organik berawal dari pemikiran bahwa hutanalam yang terdiri dari ribuan jenis tanaman bisa hisup subur tanpa campur tangan manusia. Kondisi hutan dapat memberikan makan dan perlindungan dengan temperatur yang cocok untuk binatang bsar ataupun kecil. serangga, cendawan, bakteri, dan makluk hidup lainnya.
Pergertian Pertanian Organik
Pertanian yang mirip dengan kelangsungan kehidupan hutan disebut dengn pertanian organik karena kesuburan tanaman berasal dari bahan organik secara alamiah.
Kelebihan sistem pertanian organik
Kelebihan dari digunakanya sistem pertanian organik antara lain sebafai berikut :
1. Tidak menggunakan pupuk maupaun pestisida kimia sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik pescemaran tanah air, maupuan udara, proudknya tidak mengandung racun
2. Tanaman organik mempunyai rasa yang lebih manis di bandingkan tanaman non organik
3. Produk tanaman organik lebih mahal
Kekurangan sistem pertanian organik
1. Kebutuhan tenaga kerja lebih banyak
2. Penampilan fisik tanaman organik kurang bagus
Sumber : Bertanam sayuran organik Dikebun, pot, dan polybag, Karangan Ir. Pracaya dan penerbit penebar swadaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar