Kamis, Oktober 15, 2009

Peranan IMO dalam Pemasaran Produk Pertanian Organik Sumber Berita

Peranan IMO dalam Pemasaran Produk Pertanian Organik
Sumber Berita : Ditjen PPHP

Jakarta/ Baru baru ini berita ekspor perdana beras organik yang dilengkapi dengan sertifikasi memberikan kebanggaan tersendiri, bahwa Indonesia mampu memenuhi standar keamanan pangan Negara maju yang terkenal sangat ketat dan tidak kompromi terhadap impor pangan yang tidak memenuhi standar. Keberhasilan PT. Bloom Agro yang bermitra dengan Gapoktan Simpatik Tasikmalaya mengekspor 18 ton beras organik ke Amerika adalah bentuk pengakuan terhadap produk pertanian organik nasional. Keberhasilan ini karena produk dilengkapi dengan sertifikat produk organik dan Fair Trade yang dikeluarkan oleh Institute Marketocology organization ( IMO) yang berbasis di kota Weinfelden, Swiss. Kemampuan menghasilkan Produk Organik tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan Pemda dan Dinas Pertanian Tasikmalaya mendorong Gapoktan Simpatik, mampu menerapkan System of Rice Intensification (SRI) yang sudah dilakukan para petani sejak 2002 dan diakui sebagi metode produksi yang ramah lingkungan karena mengoptimalkan fungsi tanah sebagai media pertumbuhan dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai nutrisi tanaman. Metode ini pertama kali diterapkan 21 tahun lalu di Madagascar oleh Henri de LaulaniĆ©, S.J. Selain Sertifikat Organik, PT.Bloom Agro sebagai mitra Gapoktan Simpatik juga mendapat sertifikat Fair Trade karena menerapkan perdagangan yang adil dengan petani. Eksisitensi IMO sebagai Lembaga Sertifikasi dan akreditasi taraf internasional telah diakui kredibilatasnya oleh Jepang, Amerika dan Beberapa Negara Uni Eropa, dengan memegang sertifikat IMO jalan menuju pasar Global terbuka. Saat ini IMO telah memberikan sertifikat lebih kepada 300 kelompok petani di seluruh dunia yang menghasilkan sejumlah besar tanaman organik (kopi, rempah-rempah, kakao, buah-buahan segar atau kering, beras, kapas, kacang-kacangan, dll) mengharapkan tidak hanya pangan yang aman untuk dikonsumsi, tetapi juga suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan seperti yang disampaikan CEO IMO, Rainer Bachi. “We are optimistic that this partnership will help us to continue to ensure more sustainable and fair conditions for farmers and workers worldwide”. Sekilas Tentang IMO Institute for Marketecology (IMO) adalah lembaga sertifikasi internasional yang didirikan di Swiss pada tahun 1990 dan merupakan salah satu yang tertua dan paling dihormati sebagai organisasi inspeksi, sertifikasi jaminan mutu dan layanan untuk produk ramah lingkungan. IMO diakreditasi oleh Swiss Accreditation Service (SAS) dengan EN 45004 , EN 45004 dan EN 45011 (ISO 65) merupakan standar internasional untuk sertifikasi dan diakreditasi untuk menawarkan berbagai ­jenis standar organik, termasuk peraturan ­ standar pemerintah Amerika seperti ­U­­S­­D­­A­ National Or­ganic Program (NOP) dan Peraturan Uni Eropa EEC No. 2092/91 dan standar pribadi seperti Krav dan Bio Suisse Beberapa produk sertifikasi ditujukan untuk program-program pembangunan berkelanjutan seperti Global organic, Standar Textile, Organic Exchange, IVN Social and Fair Trade, FSC, MSC, GlobalGAP, AquaGAP, Regulasi Eropa EC 837/2007. (hn.humas PPHP)



Sumber : http://agribisnis.deptan.go.id/
Gambar : ilustrasi

Tidak ada komentar: