Insektisida Kimia Penyebab Pergeseran Keseimbangan Ekologi
Cipayung, Kompas
Meledaknya serangan hama di daerah pertanian, antara lain disebabkan oleh perubahan komunitas alami dengan diversitas tinggi,menjadi komunitas pertanian monokultur dengan diversitas rendah."Selain itu, penggunaan insektisida kimia merupakan salah satu penyebab terjadinya pergeseran keseimbangan ekologi di dalam suatu ekosistem." Demikian Ketua Umum Pusat Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) Dr Ir Sudarwohadi Sastrosiswojo dalam sambutannya saat membuka simposium Keanekaragaman Hayati tropoda pada Sistem Produksi Pertanian, awal pekan ini, di Cipayung, Bogor. Saat ini, tambah Sudarwohadi, ekosistem produksi di Indonesia dicirikan oleh keseragaman spesies atau jenis tumbuhan, binatang, dan jasad renik, serta keseragaman genetik. "Keseragaman tersebut didorong oleh usaha pemerintah dan petani untuk mencapai sasaran peningkatan produksi dan pendapatan petani dalam rangka pertumbuhan ekonomi nasional," paparnya.Ekosistem produksi pertanian seragam, lanjutnya, merupakan ekosistem yang tidak stabil atau tidak seimbang. Hal itu sangat rawan terhadap ledakan hama/ penyakit tanaman, menurunkan keanekaragaman hayati dan kualitas hidup setempat, serta dapat membahayakan kesehatan manusia akibat penggunaan pestisida
kimia yang berbahaya. Adapun dampak negatif keseragaman ekositem terhadap lingkungan,
menurut Sudarwohadi, antara lain adalah menurunkan kesuburan tanah, terbunuhnya banyak organisme bermanfaat-seperti serangga parasitoid, predator, penyerbuk tanaman, lebah madu, dan binatang pengurai sisa-sisa tanaman-serta memberi dampak negatif terhadap atmosfer. Sudarwohadi juga mengungkapkan, pada ekosistem pertanian,
banyak kelompok dan jenis antropoda/serangga yang sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian dan keamanan pangan, yaitu serangga-serangga pengurai bahan organik dan penyubur tanah, serangga air sebagai indikator pencemaran
lingkungan, serangga penyerbuk tanaman, dan serangga-serangga yang dapat mendegradasikan limbah. "Banyak serangga dan antropoda bermanfaat, yang kehidupan dan erkembangannya terhambat di ekosistem produksi pertanian yang seragam dan banyak menggunakan bahan kimia berbahaya," tambahnya. (pun)
sumber : http://groups.yahoo.com/group/berita-lingkungan/message/1109
Tidak ada komentar:
Posting Komentar