Penelitian pupuk organic cair dengan menggunakan teknologi fermentasi
Pendahuluan
Krisis pangan yang terjadi di negara kita telah memacu pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pengembangan perekonomian yang berbasis pada pertanian termasuk di dalamnya intensifikasi pertanian dan pemanfaatan lahan-lahan tidur untuk mencapai peningkatan kebutuhan pupuk, sehingga keberadaan pupuk di pamasaran menjadi langka. Kebijakan lain yaitu sehingga subsidi terhadap pupuk organik telah mengakibatkan pula melambungnya harga pupuk tersebut , sehingga sulit terjangkau oleh petani. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan penyediaan pupuk agar terjangkau oleh petani adalah melalui pemanfaatan bahan baku organik alami menjadi pupuk organik cair. Upaya ini sangat tepat dan kebijaksanaan karena bukan hanya permasalahan lingkungan saja yang dapat ditanggulangi, tetapi produk pupuk organik yang dihasilkan dapat pula membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat ini.
Sumber pupuk organik dapat berasal dari kotoran hewan, bahwa tanaman dan limbah, misalkan : pupuk kandang (ternak besar dan kecil), hijauan tanaman rerumputan, semak, dan pohon, limbah tanaman (jerami padi, bidang jagung, sekam padi dll) dan limbah agroindustri. Tanah yang dibenahi dengan pupuk organik mempunyai struktur yang baik dan tanah yang kecukupan bahan organik mempunyai kemampuan mengikat air lebih besar dari pada tanah yang kadungan bahan organiknya rendah. Pupuk organik merupakan bahan pembenah tanah yang paling baik dan alami daripada bahan pembenah buatan (sintesis pada umumnya pupuk organik mengandung unsur hara N, P,K rendah, tetapi mengandung hara mikro dalam jumlah cukup yang sangat diperlukan pertumbuhan tanaman sebagai bahan pembenah tanah, pupuk organik mencegah terjadinya erosi tanah, pupuk organik mencegah terjadi erosi, pengerakan permukaan tanah, memprtahankan pengatasan dakhil. Nitrogen dan usur hara yang lain di lepaskan oleh bahan organik secara perlahan-lahan melalui proses mineralisasi. Dengan demikian apabila diberikan secara berkesinambungan, maka akan banyak membantu dalam membangun kesuburan tanah. Pemebpatan pupuk organik kedalam tanah dapat dilakukan seperti pupuk kimia, misalkan untuk kompos, pupuk kandang, azolla, daun lamtoro, limbah agroindustri (bambu masak, limbah pengelohan minyak sawit dll). Pupuk organik dapat memasak sebagai hara yang dikandung pupuk kimia.
Karakteristik umum yang dimiliki pupuk organik adalah sebagai berikut:
1. Kandungan hara rendah, kadungan hara pupuk organik pada umumnya rendah tetapi bervariasi tergantung pada jenis bahan dasarnya
2. Ketersediaan dari bahan organik diperlukan untuk kegiatan mikroba tanah untuk dilihrupakan dari bentuk ikatan kompleks organik yang tidak dapat dimamfaatkan oleh tanaman menjadi bentuksenyawa organik dan organik sederhanan yang dapat diserap oleh tanaman.
3. Menyediakan hara dalam jumlah terbatas penyediaan hara yang berasl dari pupuk organik biasanya terbatas dan tidak cukup dalam meyediakan hra yang diperlukan tanaman.
Pengaruh pupuk organik
Secara garis besar, keuntungan yang diperoleh memanfaatkan pupuk organik adalah sebagai berikut:
1. Mempengaruhi sifat fisik tanah warna tanah dan cerah akan berubah menjadi kelam
2. Mempengaruhi sifat kimia tanah kapsitasn hara meningkat penggunaan bahwa organik.
3. Mempengaruhi sifat biologi tanah bahan organik akan menambah energi yang diperlukan kehidupan mikroorganisme tanah
4. Mempengaruhi kondidi sosial. Daur ulang limbah perkotaan maupun pemukiman akan mengurangi dampak pencemaran dan meningkatkan peyediaan pupuk organik.
Pupuk organik berasal dari ternak dari ternak damn tanaman seperti sapi, kerbau, kambing, ayam, itik, dedaunan, jerami padi, batang jagung, sekam padi dll. Pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi atau ayam merupakan pupuk organik yang umum digunakan dalam pemupukan organik, tetapi hanya mampu memberikan unsur hara dalam jumlah terbatas. Pupuk organik memacu dan miningkatkan populasi mikrobab di dalam tanah jauh lebih besar daripada hanya memberikan pupuk kimia. Pupuk organik merupakan bahan pembenah yang paling baik dibandingkan bahan pembenah lainnya. Pada umumnya nilai pupuk yang dikandung pupuk organik terutanma unsur makro nitrogen (N), Fosfor (P) dan kalium (k) rendah, tetapi pupuk organik juga mengandung unsur mikro esessial yang lain. Sebagai bahan pembenah tanah, pupuk organik membantu dalam mencegah terjadinya retakan tanah. Pemberian bahan organik mampu meningkatkan kelembapan tanah dan memperbaiki pangtusan dakthil.
Nitrogen dan unsur hara lain yang dikadang pupuk organik dilepaskan secara perlahan-lahan. Penggunaan secara berkesimbungan akan banayak membantu dalam membangun kesuburan tanah, terutama apabila dilaksanakan dalam waktu yang nisbi panjang.
Bahan organik sebagai sumber hara tanaman
Untuk mengetahui kebutuhan hara tanaman secara lebih teapt diperlukan analisis labotorium. Segera setelah dilakukan analisis tanah maka kebutuhan hara suatu jenis tanah dapatt ditemukan. Petani harus kreatif untuk memformulasikan campuran pupuk yang berasal dari bermacam-macam sumber bahan pupuk makin banyak bahan campuran yang digunakan, makin baik kualitas pupuk organik.
Pengertian dari pupuk organic cair
Pengertian pupuk dibahas di beberapa literature memang ditampilkan dalam kalimat yang berbeda, tetapi bias dikatakan memiliki pengertian yang sama. Pupuk Adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsure-unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Pengolongan pupuk umumnya didasarkan pada sumber bahan yang digunakan, cara aplokiasi, bentuk, kandungan unsur haranya. Bersadarka bentuknya, pupuk organic dibagi menjadi dua cair dan padat. Pupuk cair adalah larutan mudah larut berisi satu atau lebih pembawa unsure yang dibutuhkan tanaman. Kelebihannya dari pupuk cair adalah dapat memberikan hara sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selaian itu, pemberiannya dapat lebih merata dan kepekatannya dapt diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Namum, jika dilihat bersadarkan sumber bahan yang digunakan, pupuk dibedakan menjadi pupuk anorganik dan pupuk organic. Dalam pengertian lain pupuk organic cair adalah laruran dari pembusukan bahan-bahan organic yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsure haranya lebih dari satu unsure. Kelebihan dari pupuk organic ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman.
Karateritik Pupuk organic cair
Seperti halnya pupuk yang padat, pupuk kandang cair juga berasal dari kotoran hewan, namum pupuk kandang cair berasal dari urine ternak
Tabel, Kandungan hara makro kotoran padat dan cair beberapa jenis ternak
Jenis ternak Jenis Kotoran Kandungan Hara Makro (%)
Nitrogen Fosfor Kalium Kalsium
Kuda Padat 0,56 0,13 0,23 0,12
Cair 1,24 0,004 1,26 0,32
Kerbau Padat 0,26 0,08 0,14 0,33
Cair 0,62 - 1,34 -
Domba Padat 0,65 0,22 0,14 0,33
Cair 1,43 0,01 0,55 0,11
Sapi Padat 0,33 0,11 0,13 0,26
Cair 0,52 0,01 0,56 0,007
Babi Padat 0,57 0,17 0,38 0,06
Cair 0,31 0,05 0,81 -
Penelitian pupuk organic cair
Pupuk organik cair ditemukan pada tahuan 2005 dari hasil penelitian di balai hortikultura lembang dan sekarang pupuk itu dalam tahap proses penelitian. Proses pembuatan pupuk ini dilakukan dengan cara fermentasi dan tidak menggunakan bahan-bahan yang berbau kimiawi. Bahan yang digunakan dari sampah – sampah industri dan bahan mentah yang banyak di buang oleh masyarakat disekitar kota besar misalkan Bandung, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia. apabila sampah tersebut tidak dimanfaatkan akan mengakibatkan sampah menjadi banyak dan terjadinya wabah penyakit dimana-mana Dalam pembuatan pupuk ini kita dilakukan dengan pengumpulan bahan - bahan sampah disekitar kita atau pasar yang tidak terpakai, lalu digunakan untuk bahan pembuatan pupuk organik ini. Fungsinya untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan hasil pertanian, meningkatkan sifat fisik tanah, meningkatkan sifat kimia tanah, menaikan PH dan kesuburan tanah. Karena dengan pemakaian pupuk kimia yang berlebihan akan mengakibatkan tanah menjadi padat dan tidak ada unsur hara bisa juga menurunkan produktifitas tanaman pada saat panen. Unsur – Unsur yang terdapat pupuk cair (punik) ini dari hasil penelitian di Balai Hortikultura Kabupaten Lembang pada tahun 2005 kandungan meliputi N, K, H2O, CL .
Pupuk Kambing
Menurut Balai Penelitian Ternak Bogor bahwa salah ternak yang cukup berpotensi sebagi sumber pupuk organik adalah kambing dan domba. Petani umumnya memelihara ternak tersebut sebagai usaha sampingan. Didaerah Cirebon, Bogor dan Garut, setiap petani rata-rata memiliki kambing-domba 6,32 ekor. Rata-rata setiap ekor ternak memerlukan pakan hijuan segar 5,35 kg/hari atau 33,3 kg/peternak. Berdasarkan hasil perhitungan, dari jumlah pakan yang dikonsumsi tersebut, 4 kg akan dikeluarkan sebagai fases (bahan kering fases 45 %) per hari per 6,32 ekor. Selain itu, sisa pakan hijauan yang terbuang berkisar 40-50% atau 14,2 kg,. Dengan demikian, fases dan sisa pakan hijauan yang dapat dikumpulkan setiap hari sebagai bahan kompos mencapai 18,2 kg untuk setiap peternak. Fases kambing-domba mengandung bahan kering dan berturut-turut 40-50 % dan 1,2 - 2,1 %. Kandungan tersebut bergantung pada bahan penyusunan ransum, tingkat kelarutan nitrogen pakan, nilai biologis ransum , dan kemampuan ternak untuk mecerna ramsum. Produksi urin kambing-domba mencapai 0,6-2,5 l/hari dengan kandungan 0,51-0,71 %. Variasi kandungan nitrogen tersebut tergantung pada pakan yang dikonsumsi, tingkat kelarutan protein kasar pakan, serta kemampuan ternak untuk memanfaatkan nitrogen asal pakan. Kotoran kambing-domba yang tersusun dari fases, urin dan sisa pakan mengandung nitrogen lebih tinggi dari pada yang hanya berasal dari fases.
Pemeliharaan ternak dengan dikandangkan dan pemberian pakan sistem “potong angkut” kemudahan petani untuk mengumpulkan kotoran ternak. Apabila pengumpulan dan pengambilan kotoran kambing-domba dilakukan setiap tiga bulan maka produksi kotoran kambing-domba mecapai 1.728 setiap peternak.
Pengolahan kotoran kambing Domba menjadi Pupuk Organik Padat
Kotoran kambing-domba dapat dimamfaatkan secara langsung dengan memcampurkannya pada saat pengolahaan tanah. Namum untuk mendapatkan hasil lebih baik, disarankan agar kotoran diolah terselibih dahulu. Hasil olahan tersebut dikenal dengan pupuk kandang. Cara pengolahan kotoran tersebut digolongkan dengan sistem terbuka dan tertutup. Pada sitem terbuka kotoran dibiarkan sekitar 3 bulan dalam lubang penampung yang tersedia di bawah kandang panggung. Cara ini cukup murah dan mudah. Kotoran yang telah tertimbun dapat langsung digunakan sebagai pupuk organik. Pengolahaan dengan sistem tertutup dilakukan dengan cara menimbun kotoran dalam suatu lubang yang diberi atap dan terhindar dari genangan air. Lantai dan dinding lubang sebaiknya disemen untuk mencegah kehilangan unsur hara. Selajutnya lubang ditutup dengan tanah setebal 30 cm dan biarkan selama 3 bulan. Pupuk organik kemudian dikeluarkan dan siap digunakan.
Pengolahan kotoran kambing Domba menjadi Pupuk Organik Cair
Pengolahaan kotoran kambing domba menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi
Daun Babadotan
Tanaman Babadoatan (Ageratum Conyzoides Linn) merupakan tumbuhan dari Famili Asteraceae. Tumbuhan ini diberbagai daerah di Indonesia memiliki naman yang berbada antara laian di Jawa di sebut babadotan, di Sumetera dikenal daun tombak, dan di madura disebut wedusan. Tumbuhan ini merupakan herba menahun, tegak dengan ketinggian 30 -8 cm dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi, sehingga mudah tumbuh dimana-mana dan sering menjadi gulma yang merugikan para petani. Namum dibalik Ageratum dapat digunakan sebagai obat, pestisida dan herbisida, bahkan untuk pupuk dapat meningkatkan hasil produksi tanaman. Disisi lain Ageratum yang menunjukkan gejala lurik kekuningan dapt menjadi sumber tanaman lain yang diusahakan di sekitarnya. Ageratum telah digunakan secara luas dalam pengobatan trasional oleh masyarakat di berbagai belahan dunia. Di India Ageratum banyak digunakan sebagai bakterisida, antidisentri dan antilitnik. Sedangkan di Brazil, perasan/eksrak tanaman ini sering untuk menagani kolik, flu dan deman, diare, rheumatic dan efeketif mengobati luka bakar. Di Indoensia, Ageratum banyak digunakan untuk obat luka, radang (inflamasi) dan gatal-gatal. Yang telah dibuktikan secara ilimiah sebagai obat anti-inflamasi. Prof. Elin Yulinah Sukandar menemukan bahawa ekstrak babadotan yang dicampur dengan ekstrak jahe terbukti efektif mengobati radang yang disebabkan bakteri Stayhylococcis aureus pada kelince percobaan.
Pengaruh Tanaman babadotan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Tabel 1. Pengaruh daun Ageratum terhadap petumbuhan dan perkembangan tanaman padi
Perlakuan Tinggi Tanaman (mm) Jumlah biji/bulir/ranting Hasil Panen (ton/ha)
Kontrol 85,6 108,0 4,3
A. Conyzoides 90,0 125,0 5,3
Herbisida 83,3 110,0 4,7
Sumber : Xuan et al., 2004, Crop Protection 2004, 23 : 915 - 922
Bila kita perhatikan dengan teliti, tanaman Argeratum sebagai populasinya lebih dominan dibandingkan tanaman liar lainnya dalam suatu lahan. Ageratum diduga kuat mempunyai allelopathy, suatu keadaan dimana tanaman/ bahan tanaman mengeluarkan eksudat kimia yang dapat menekan pertumbuhan tanaman lainnya. Hasil Penelitian Xuan et al. yang dilakukan di Fakultas Pertanian, Universitas Miyazaki, Jepang (Crop Protection ,2004, 23 : 915 – 922).
Gambar : Hasil penelitian dengan menggunakan pupuk organic cair pada Tanaman Padi Ciherang di Kecamatan Ciwidey Kabuapaten Bandung Propinsi Jawa Barat
Sumber
1. Alinudin Hukubun, SP, Modul Pupuk Organik cair, 2005
2. Sukanto Hadisuwito, Membuat Pupuk Kompos Cair, Agromedia Pustaka, 2007.
3. Xuan et al., 2004, Crop Protection 2004, 23 : 915 – 922
Disusun Oleh Alinudin Hukubun, SP
Profesi : Konsultan pertanian
Alamat Kantor : JL. Sedap malam I no 14 Blok 9 Perumnas Rancaekek Kencana Kelurahaan Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung Propinsi Jawa Barat Telp (022) 87700794 atau (022) 76717801 email alinudin@yahoo.com, alinudina@yahoo.com , www.alialampersada.blogspot.com dan facebook Alinudin Hukubun , No Rek 000501033107500 BRI Cabang Asia afrika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar