Pabrik Pupuk Organik Hadir di Karanganyar
KARANGANYAR–MI:PT Pusri meresmikan operasional pabrik pupuk organik di Desa Kali Wuluh, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (16/1).
Kehadiran pupuk organik tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi degradasi lahan pertanian di wilayah eks Kerisidenan Surakarta.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Turut hadir menyaksikan antara lain Bupati Sragen Untung Wiyono, dan Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Ali Muso.
Dalam penjelasan singkatnya Direktur Utama PT Pusri Dadang Heru Kodri mengatakan pabrik yang berdiri di lokasi gudang pupuk sragen ini berkapasitas 10 ton per hari. Dengan demikian, dalam satu tahun ditargetkan menghasilkan produksi sebesar 3.000 ton.
Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pupuk organik 2009 yang ditetapkan pemerintah sebesar 450 ribu ton, kata Dadang.
Pabrik yang menelan investasi total Rp2,6 miliar itu merupakan yang keempat. Tiga pabrik serupa terdapat di Palembang, Sumatra Selatan; Cianjur, Jawa Barat; dan Lumajang, Jawa Timur.
Selain untuk memenuhi target kebutuhan pupuk organik nasional, keberadaan pabrik itu diharapkan dapat membantu memberdayakan masyarakat sekitar. Terutama mereka yang selama ini telah berkecimpung memproduksi pupuk organik.
Pemberdayaan masyarakat pembuat pupuk organik itu dilakukan melalui pola kemitraan. Dalam hal ini PT Pusri akan membeli pupuk organik produksi warga untuk kemudian diolah dan disempurnakan menggunakan teknologi canggih, sehingga berapa pun pupuk organik yang diproduksi warga dapat terserap. Warga juga diberikan kesempatan untuk menjadi distributor.
Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Ali Muso berharap kehadiran pabrik pupuk organik dapat membantu mengatasi persoalan degradasi lahan sebagai akibat berlebihannya penggunaan pupuk kimia oleh petani.
Sekarang, kata Sutarto, sudah saatnya petani mengubah kebiasaan seperti itu. Dengan cara meningkatkan sistem penggunaan pupuk berimbang ditambah pupuk organik. Dengan cara demikian, secara berangsur-angsur sifat fisik tanah pertanian bisa dipulihkan.
Itulah mengapa sejak 2007 lalu Pemerintah memberikan subsidi untuk pupuk organik. Kalau tahun lalu 345 ribu ton, 2009 ini dinaikkan 450 ribu ton. Demikian pula besarannya, tahun ini naik menjadi Rp1.000 per kilogram. Harapannya penyerapan bisa lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya 20, kata Sutarto. (FR/OL-01)
http://www.koranindonesia.com/2009/01/16/pabrik-pupuk-organik-hadir-di-karanganyar/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar